Belajar dari Sungai Thames
BELAJAR DARI SUNGAI THAMES
Oleh
: Uswah Hasanah

Kembali musim hujan, banjir pun datang. Hal tersebut tampaknya menjadi rutinitas untuk pemukiman warga yang rawan banjir di ibu kota Jakarta. Tidak ada alasan lain dari penyebab banjir di Jakarta selain dari meluapnya sungai – sungai yang ada di sekitar pemukiman warga.
Di
Indonesia kurang lebih terdapat 333 sungai yang tersebar di seluruh Nusantara.
Diantara sungai – sungai yang ada di Indonesia tidak sedikit sungai yang telah
tercemar. Hal ini sungguh sangat ironis, mengingat manfaat sungai itu sendiri
bagi kelangsungan hidup manusia begitu penting. Diantara manfaat sungai dalam
kehidupan sehari – hari yaitu sebagai penampung air, mengalirkan air ke hilir,
pembangkit listrik, pusat dari ekosistem, mencari nafkah, tempat rekreasi,
untuk kebutuhan sehari – hari dan mencegah banjir. Dari sekian banyak manfaat
air seperti yang dijelaskan tersebut semuanya menunjukkan bahwasannya sungai
merupakan alat vital di tengah kehidupan masyarakat.
Apakah
seluruh sungai yang ada di Indonesia bisa digunakan sebagaimana mestinya?
sayangnya untuk saat ini tidak demikian, sebagian sungai yang ada di Indonesia
tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya karena beberapa sungai di Indonesia
telah tercemar. Salah satu contohnya adalah sungai Citarum yang berada di
Bandung, sungai tersebut telah termasuk kategori tercemar berat. Hal tersebut
sangat disayangkan karena peran dari sungai Citarum begitu penting bagi
masyarakat di sekitarnya. Ironisnya meskipun sungai Citarum telah tercemar
berat, masih saja ada warga yang menggunakan air dari sungai yang telah
tercemar untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari.
Sungai
tercemar dikarenakan perilaku hidup dari manusianya yang tidak sehat, mulai
dari membuang sampah tidak pada tempatnya dan limbah industri yang dialirkan kearah sungai. Hal tersebut
membuktikan bahwasannya masyarakat setempat yang bermukim di area sungai belum
memiliki kesadaran akan pentingnya sungai di tengah – tengah kehidupan
masyarakat. Terlebih perusahaan – perusahaan yang membuang limbah industri ke
sungai, seolah mereka tidak peduli akibat dari mengalirkan limbah industri kearah
sungai bahwa akan berdampak buruk bagi warga yang bermukim di sekitarnya serta
dapat merusak ekosistem sungai.
Sungai Thames
Apakah
sungai – sungai di Indonesia yang telah tercemar bisa kembali seperti semula?
Tentu saja bisa. Sebagai contoh adalah sungai Thames yang berada di London,
Inggris. Dahulunya sungai Thames adalah sungai yang bersih, akan tetapi karena
perilaku kehidupan manusianya yang tidak sehat seperti membuang sampah ke
sungai, membuang kotoran manusia juga ke sungai serta limbah industri dialirkan
ke arah sungai maka sungai tersebut menjadi tempat yang kotor dan bau, bahkan
karena tercemarnya sungai Thames hingga dijuluki “Bau Besar”. Untuk saat ini
julukan “Bau Besar” itu sudah tidak ada lagi, bahkan sungai Thames saat ini
menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi jika wisatawan
menginjakkan kaki di London ibu kota inggris tersebut.
Butuh
waktu yang lama untuk merubah sungai
yang telah tercemar menjadi seperti sungai Thames, dibutuhkan sekitar 13
tahun untuk merubah masa kelam sungai Thames menjadi seperti sekarang ini. Hal
tersebut dapat dijadikan contoh untuk sungai yang ada di Indonesia yang telah
tercemar, bahwasannya tidak mustahil jika ingin merubah sungai – sungai yang
telah tercemar menjadi sungai yang memiliki keindahan setara dengan sungai
thames bahkan mungkin lebih.
Memberlakukan Sistem
Untuk
menyadarkan masyarakat akan bahaya pencemaran sungai bukanlah suatu hal yang
mudah, faktanya sampai saat ini masih saja ada masyarakat yang membuang sampah
di sungai seolah mereka sudah tidak peduli akan dampak dari pembuangan sampah
di sungai. Menurut saya hal yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan
tersebut adalah dengan sistem. Faktanya dalam kegiatan apapun masyarakat di
Indonesia belum terbiasa dengan kesadaran diri salah satunya yaitu membuang
sampah pada tempatnya.
Sistem
yang dimaksud dapat dilakukan pemerintah daerah yang berwenang dengan melakukan
hal – hal berikut:
1. Menggerakkan
seluruh masyarakat untuk mampu menjadi duta sungai di wilayah tempat tinggalnya
masing – masing. Berikan penyuluhan kepada masyarakat pentingnya menjaga
kebersihan sungai dan dampak dari pencemaran sungai.
2. Berikan
sanksi kepada siapapun yang membuang sampah di area sungai. Untuk hal tersebut,
dapat bekerja sama dengan pihak berwenang seperti kepolisian.
3. Mencanangkan
berbagai program pengelolaan sungai. Dimulai dengan mega proyek konservasi dan
modernisasi sistem saluran pembuangan kotoran manusia, perbaikan sistem
pembuangan limbah industri.
4. Membentuk
berbagai otoritas yang bertugas untuk mengelola sungai, sumber air, banjir,
polusi serta saluran pembuangan kotoran
manusia. Disamping itu berbagai aturan diterbitkan guna mengatur segala
kegiatan terkait pemanfaatan sungai dan pengendalian saluran pembuangan kotoran
manusia.
Komentar
Posting Komentar